Ah... Akhirnya cinta yang tidak menguras air mata.

Inginnya begitu, namun apa daya, cinta semu yang kita jalani ini tampaknya hanya akan berakhir sia-sia. Aku yang bingung bagaimana memulai percakapan denganmu, dan kamu yang selalu tampak sibuk dengan urusanmu sendiri, bagaikan seorang Cawapres yang tidak pernah ada waktu luang.

Sungguh, aku pada awalnya berharap bahwa kisah kita tidak akan berakhir dengan cepat seperti ini. Namun, jika kita memilih untuk terus melanjutkan hubungan ini, apakah akan berjalan mulus?

Ah, betapa aku sangat ingin berteriak di telingamu, "Kamu tidak sendiri, ada aku di sini yang mencintaimu dan akan menjagamu sebaik mungkin, seperti bunga Hydrangea yang aku kagumi."

Dan tolong maafkan aku jika sikapku semalam terlalu kekanak-kanakan. Aku hanya merasa kesal karena diabaikan saat aku ingin bermanja-manja dan memanggilmu dengan sebutan Kakak sayang. Maaf jika aku sering membuatmu merasa tidak dicintai. Namun, ketahuilah bahwa rasa cintaku padamu selalu sama, tidak pernah berubah.